Kamis, 28 Juli 2011

Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 75 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan
Keluarga dan pendidikan
Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Alwi Abdul Jalil Habibie lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunda R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah. B.J. Habibie adalah salah satu anak dari tujuh orang bersaudara.[1]
B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.[2]
Sebelumnya ia pernah berilmu di SMAK Dago.[3] Ia belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 ia melanjutkan studiteknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelardoktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.
[sunting]Pekerjaan dan karier
Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.
Masa Kepresidenan
Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus di masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.
Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.
Di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. Selain itu, ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian.
Salah satu kesalahan yang dinilai pihak oposisi terbesar adalah setelah menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie memperbolehkan diadakannyareferendum provinsi Timor Timur (sekarang Timor Leste), ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia. Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999. Lepasnya Timor Timur di satu sisi memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia, tapi disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur.
Kasus inilah yang mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999, ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.
Pandangan terhadap pemerintahan Habibie pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif, tapi sejalan dengan perkembangan waktu banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie. Salah pandangan positif itu dikemukan oleh L. Misbah Hidayat Dalam bukunya Reformasi Administrasi: Kajian Komparatif Pemerintahan Tiga Presiden.[4]
Visi, misi dan kepemimpinan presiden Habibie dalam menjalankan agenda reformasi memang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman hidupnya. Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada faktor-faktor yang bisa diukur. Maka tidak heran tiap kebijakan yang diambil kadangkala membuat orang terkaget-kaget dan tidak mengerti. Bahkan sebagian kalangan menganggap Habibie apolitis dan tidak berperasaan. Pola kepemimpinan Habibie seperti itu dapat dimaklumi mengingat latar belakang pendidikannya sebagai doktor di bidang konstruksi pesawat terbang. Berkaitan dengan semangat demokratisasi, Habibie telah melakukan perubahan dengan membangun pemerintahan yang transparan dan dialogis. Prinsip demokrasi juga diterapkan dalam kebijakan ekonomi yang disertai penegakan hukum dan ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam mengelola kegiatan kabinet sehari-haripun, Habibie melakukan perubahan besar. Ia meningkatkan koordinasi dan menghapus egosentisme sekotral antarmenteri. Selain itu sejumlah kreativitas mewarnai gaya kepemimpinan Habibie dalam menangani masalah bangsa.[5] Untuk mengatasi persoalan ekonomi, misalnya, ia mengangkat pengusaha menjadi utusan khusus. Dan pengusaha itu sendiri yang menanggung biayanya. Tugas tersebut sangat penting, karena salah satu kelemahan pemerintah adalah kurang menjelaskan keadaan Indonesia yang sesungguhnya pada masyarakat internasional. Sementara itu pers, khususnya pers asing, terkesan hanya mengekspos berita-berita negatif tentang Indonesia sehingga tidak seimbang dalam pemberitaan.
Masa Pasca Kepresidenan
Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center.
Dibandingkan dengan para mantan presiden sebelum era Susilo Bambang Yudhoyono, Habibie memperoleh nama harum di kalangan generasi muda pasca reformasi. Hal ini disebabkan bahwa ia mungkin adalah satu-satunya presiden dalam sejarah yang memegang negara yang mengalami disintergrasi parah, birokrasi yang bobrok dan militer yang mentalnya rendah tapi berhasil menyelamatkan negara tersebut dan memberi fondasi baru yang kokoh bagi penerusnya. Memang pada masa Habibie Indonesia harus melepas Timor Timur, tetapi ia berhasil mempertahankan wilayah eks Hindia Belanda tetap bersatu dalam Republik Indonesia.
Publikasi
Habibie ketika disumpah menjadi presiden pada tanggal 21 Mei 1998.
Karya Habibie
§  Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and Technology of Indonesia / B. J. Habibie; B. Laschka [Editors]. Indonesian Aeronautical and Astronautical Institute; Deutsche Gesellschaft für Luft- und Raumfahrt 1986
§  Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter beliebigen Belastungen und Vergleiche mit entsprechenden Versuchsergebnissen, Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden,11-13 Oktober 1971
§  Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe, Disertasi di RWTH Aachen, 1965
§  Sophisticated technologies : taking root in developing countries, International journal of technology management : IJTM. - Geneva-Aeroport : Inderscience Enterprises Ltd, 1990
§  Einführung in die finite Elementen Methode,Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968
§  Entwicklung eines Verfahrens zur Bestimmung des Rißfortschritts in Schalenstrukturen, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1970
§  Entwicklung eines Berechnungsverfahrens zur Bestimmung der Rißfortschrittsgeschwindigkeit an Schalenstrukturen aus A1-Legierungen und Titanium, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1969
§  Detik-detik Yang Menentukan - Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, 2006 (memoir mengenai peristiwa tahun 1998)


READ MORE -

AKU INGIN MENJADI . . .




READ MORE - AKU INGIN MENJADI . . .
Jakarta - Setelah gagal memenuhi ekspektasi, performa Fernando Torres diyakini bakal membaik. Yossi Benayoun bahkan percaya rekan se-timnya tersebut akan jadi mesin gol Chelsea di musim depan.

Hanya satu gol yang mampu diciptakan Torres setelah diangkut ke Stamford Bridge musim lalu. Padahal, kedatangan striker Spanyol itu digadang-gadang akan bikin barisan penyerang The Blues semakin garang.

Kendati demikian, "sentuhan" Torres mulai tampak di laga pra musim yang dilakoni Chelsea. Dalam kemenangan 4-0 atas klub Hong Kong, striker berjuluk El Nino itu acap kali menebar ancaman kendati gagal mencetak gol.

Benayoun yang sempat main bareng Torres di Liverpool tahu benar kelas dan kualitas rekan se-timnya itu. Menurut dia, Torres akan tampil oke bahkan menjadi top skorer tim di musim depan.

"Aku tahu dia dengan baik dan aku punya percaya diri yang besar kepadanya, bagiku, dia adalah striker terbaik di dunia," yakin pesepakbola Israel ini dikutipGivemefootball.com.

"Memang sulit bagi dia beradaptasi dengan cara Chelsea bermain di awal kedatangannya, tapi dia terlihat tajam dan aku tahu dia akan mencetak banyak gol buat kami. Aku pikir dia akan menjadi pencetak gol terbanyak musim depan.'
READ MORE -

Rabu, 27 Juli 2011

IDOLAKU

http://www.bola.net/profile/fernando_torres/index.jpg
Nama Lengkap : Fernando Jose Torres Sanz
Tempat Lahir : Madrid, Spanyol
Tanggal Lahir : 20 Maret 1984
Kebangsaan : Spanyol
Posisi : Penyerang
Bermain di Klub : Liverpool


Fernando Torres (lahir di Madrid, Spanyol, 20 Maret 1984; umur 25 tahun) adalah pemain sepak bola Spanyol yang mempunyai julukan El Niño ("Anak Lak-Laki"). Posisinya adalah penyerang.

Ia mulai tertarik bermain sepak bola sejak kecil dan bergabung pertama kali bersama Parque 84 ketika berusia 5 tahun. Kakeknya sebenarnya tidak terlalu menyukai sepak bola, namun sangat bangga menjadi suporter Atlético Madrid, dan Torres juga mewarisi menjadi supporter klub dari kota madrid tersebut.

Sebenarnya Torres ingin menjadi penjaga gawang, seperti kakaknya. Namun, ketika berusia tujuh tahun, dia mulai bermain sebagai penyerang dalam Liga indoor besama klub di lingkungannya, Mario’s Holland. Tiga tahun kemudian, ketika berusia 10 tahun, dia mulai bermain dalam sepak bola sebenarnya bersama Rayo 13. Setelah penampilan yang menawan bersama klub barunya, dimana dia mencetak 55 gol, Torres menjadi satu dari tiga pemain Rayo 13 yang mencoba untuk bermain dengan Atlético Madrid. Dia membuat kagum pencari bakat dan saat berusia 11 tahun, dia bergabung bersama klub pada tahun 1995.

Torres memulai karirnya bersama Atlético Madrid. Bersama Atlético Madrid, Torres bermain sejak tim junior. Dia memulai debut profesionalnya pada 27 Mei 2001 dan mencetak gol pertamanya seminggu kemudian. Pada musim 2003-2004 Torres mencetak 21 gol setelah sebelumnya dianggap sebagai Vicente Calderon muda pada usia 19 tahun.

Selama 12 tahun kariernya bersama Atlético, Torres telah mengkoleksi 75 gol dalam 174 penampilan di La Liga. Namun sebelumnya, Torres sempat bermain selama dua musim di Segunda División, bermain sebanyak 40 pertandingan dan torehan 7 gol.

Kemudian dia bergabung dengan Liverpool pada Juli 2007 dalam usia 23 tahun, dengan nilai transfer diperkirakan sekitar £20 juta yang memecahkan rekor nilai transfer Liverpool. Torres mencatat sejarah di musim pertamanya bersama Liverpool dengan menjadi pemain pertama yang mencetak lebih dari 20 gol dalam pertandingan liga dalam satu musim sejak Robbie Fowler pada musim 1996-1997.

Dia juga bermain dalam timnas Spanyol dan membuat debutnya bersama tim senior saat pertandingan melawan Portugal pada September 2003. Tujuh bulan kemudian dia mencetak gol pertamanya ke gawang Italia. Torres telah bermain bersama tim nasional Spanyol dalam 3 turnamen besar: Euro 2004, Piala Dunia 2006 dan Euro 2008. Torres gagal mencetak gol untuk tim Spanyol dalam Euro 2004, namun dia berhasil mencetak 3 gol dalam Piala Dunia 2006. Torres mencetak satu-satunya gol kemenangan Spanyol dalam partai final Euro 2008 melawan Jerman dengan skor akhir 0-1.
       

Cari Tandem Torres, Liverpool Incar Vucinic

Mirko Vucinic dinilai bisa menjadi solusi bagi Liverpool yang sedang mencari tandem sepadan Fernando Torres.

Oleh Anugerah Pamuji

29 Nov 2010 18:52:00

Share Share
http://i.goal.com/web/goal/2010112308-rev10820/images/default/news/kaskus_goal.png
Mirko Vucinic - AS Roma (Getty Images)
Mirko Vucinic - AS Roma (Getty Images)

Terkait

Tim

Figur

Liverpool dikabarkan sudah menyiapkan dana segar senilai €25 juta untuk striker AS Roma Mirko Vucinic.

Manajer Roy Hodgson pun mengaku dirinya sangat kesengsem dengan Vucinic dan ingin melihatnya berada di Anfield. Hodgson juga telah meminta kepada direksinya untuk memfasilitasi transfer Vucinic.

Itasportpress.it mengklaim, staf teknis Liverpool melihat ada potensi di diri pemain berusia 27 tahun ini untuk menjadi partner ideal Fernando Torres.

Roma dipastikan akan sulit menampik tawaran menggiurkan kubu The Reds ini mengingat klub ibu kota tersebut tengah dilanda krisis finansial dan juga belum jelasnya terkait status kepemilikan baru klub.

Musim ini, Vucinic tak begitu sering unjuk gigi di lapangan. Ia acap terlihat duduk manis di bangku cadangan. Pelatih Claudio Ranieri lebih mempercayakan Jeremy Menez, Marco Boriello dan Francesco Totti sebagai pilihan terdepan.

Vucinic juga dinilai tak mampu bersaing dengan ketiga penyerang tersebut.

Posisi tak menguntungkan bagi Vucinic ini bisa membuatnya berubah haluan untuk mencoba peruntungan merumput di Liga Primer Inggris bersama Liverpool.
  OLAHRAGA - LIGA INGGRIS
Selasa, 09 November 2010 , 17:31:00

LIVERPOOL - Fernando Torres banjir pujian kemarin. Banyak pihak menganggap striker Liverpool itu telah menemukan permainan terbaiknya setelah dua kali mengoyak gawang Chelsea. Tambahan dua gol melengkapi torehan gol Torres di Premier League menjadi 60 gol dalam 90 laga.

Tapi, Torres ternyata tidak sependapat. El Nino - julukan Torres - menilai dirinya belum berada dalam permainan puncaknya alias on fire. Dengan torehan hanya empat gol dalam 13 laga sepanjang musim ini, Torres merasa masih bisa lebih baik lagi.

"Setiap hari, saya merasa lebih baik dan terus membaik. Saya terus improve. Saya tidak tahu apakah penampilan terbaik saya akan datang dalam waktu dekat atau tidak. Tapi, saya harap segera," kata Torres sebagaimana dilansir BBC.

Torres menepis apabila penampilannya yang buruk di awal musim merupakan dampak psikologis akibat serentetan cedera yang membekapnya dari Januari sampai Juli. Dari operasi lutut pada 18 April lalu hingga cedera hamstring dan cedera pangkal paha.

"Itu (cedera) memang menyulitkan saya sejak akhir musim lalu sampai di Piala Dunia. Tapi, saya sama sekali tidak bermasalah dengan kepercayaan diri," tuturnya.

"Saya juga tidak marah dengan kritik, karena itu merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan seorang pesepak bola. Saya tahu ekspektasi pada diri saya dan saya mencoba merealisasikannya sekuat tenaga. Saya tidak pernah ragu dengan kemampuan saya," imbuh striker 26 tahun itu.

Di kesempatan berbeda, pelatih Liverpool Roy Hodgson mengatakan, membaiknya performa Liverpool akan berbanding lurus dengan performa Torres. "Saya puas dengan apa yang ditampilkan Fernando. Dia adalah pemain vital bagi Liverpool. Dan dengan dirinya tampil bagus, kami bisa terus meraih hasil bagus pula," jelasnya di situs resmi klub. (dns/bas/ito/jpnn)
WIGAN, KOMPAS,com - Fernando Torres kembali mencetak gol saat timnya bertandang ke kandang Wigan Athletic dalam lanjutan Premier League, Rabu atau Kamis (11/11/2010) dini hari WIB. Sayang, Liverpool gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya ditahan imbang 1-1.

Liverpool makin percaya diri setelah menang lawan Chelsea. Di kandang Wigan, mereka langsung menekan lebih dulu. Fernando Torres juga benar-benar menunjukkan ketajamannya.

Pertandingan baru berjalan 7 menit, Torres langsung membawa Liverpool unggul. Memanfaatkan umpan Steven Gerrar, Torres mengayunkan tendangan kaki kanan untuk melesakkan bola ke gawang Wigan, tanpa mampu disentuh kiper Ali AL Habsi, 1-0.

Keunggulan itu menambah semangat "Gang of Anfield" untuk terus menekan. Beberapa kali mereka mencoba membongkar pertahanan Wigan dari berbagai sisi. Tuan rumah pun hanya bisa sesekali melancarkan serangan, namun juga mudah dipatahkan barisan pertahanan Liverpool.

Sayangnya, di babak kedua Liverpool agak lengah. Terlalu asyik menyerang, mereka kelabakan saat Wigan melancarkan tekanan balik pada menit ke-52. Hugo Rodallega kurang terkawal hingga kaki kirinya mampu melepaskan tendangan yang merobek gawang Pepe Reina, 1-1.

Liverpool mencoba mengejar kemenangan dengan melancarkan serangan gencar. Namun, kali ini Wigan tak mau kecolongan lagi. Selain pertahanan mereka makin rapat, Wigan juga sering melancarkan serangan balik yang merepotkan Liverpool.

Sampai pertandingan berakhir, kedua tim gagal menambah gol dan kedudukan tetap 1-1.

Susunan Pemain
Wigan Athletic:
26-Ali Al Habsi, 3-Antolin Alcaraz, 5-Gary Caldwell, 31-Maynor Figueroa, 23-Ronnie Stam, 21-Mohamed Diame, 15-Tom Cleverley, 6-Hendry Thomas, 14-Jordi Gomez (11-Victor Moses 69), 10-Charles N'Zogbia, 20-Hugo Rodallega

Liverpool: 25-Pepe Reina, 37-Martin Skrtel, 23-Jamie Carragher, 3-Paul Konchesky, 34-Martin Kelly, 21-Lucas, 8-Steven Gerrard, 17-Maxi Rodríguez (39-Nathan Eccleston 81), 4-Raul Meireles (33-Jonjo Shelvey 45), 18-Dirk Kuyt (28-Christian Poulsen 73), 9-Fernando Torres





VIVAnews - Liverpool tampaknya sudah siap kehilangan striker terbaiknya, Fernando Torres. The Reds pun sudah menyiapkan pengganti Torres.

Torres kian santer dikabarkan akan meninggalkan Anfield di bursa transfer musim dingin, Januari 2011. Barcelona dan Manchester City menjadi dua klub potensial persinggahan El Nino berikutnya. Kedua klub ini serius melakukan pendekatan dan memberikan tawaran.

Rencana hijrah Torres tak lain karena terpuruknya Liverpool. Sejak musim lalu, striker tim nasional Spanyol berusia 26 ini memang mengancam manajemen The Reds.

Jika Liverpool gagal lagi lolos ke Liga Champions, maka ia akan pergi. Langkah berat tim arahan Roy Hodgson ini sejak awal musim membuat Torres realistis.

Demikian pula Liverpool yang sudah menyiapkan pengganti Torres. Menurut Goal, suksesor Torres tak lain rekannya di timnas Spanyol, Fernando Llorente.

Liverpool siap merogoh kocek 36 juta euro untuk menebus Llorente dari Athletic Bilbao. Jumlah itu akan digunakan untuk membayar buy out clause striker jangkung itu. Toh, nanti mereka juga mendapatkan uang dari hasil penjualan Torres.

Sejauh ini, Llorente telah mengemas 7 gol dalam 12 penampilan bersama timnas Spanyol. (sj)
READ MORE - IDOLAKU